8 Mitos Tentang Edukasi Seks

Thursday, January 27, 2011 0 comments

Inilah beberapa mitos tentang pendidikan seks yang masih merongrong sebagian besar masyarakat kita. Mitos ini sebaiknya perlu diluruskan sehingga generasi muda mendapatkan informasi yang tepat dan benar tentang kesehatan reproduksi dan seksual.

1. Mitos: Pendidikan seks hanya perlu diberikan kepada orang yang mau menikah.
Fakta: Menurut sebuah penelitian, sikap seperti itu tidak bakal menunda aktivitas seksual di kalangan remaja. Justru pemahaman yang sangat sedikit dan keliru tentang seksualitas memudahkan banyak remaja terjerumus ke dalam perilaku seks tidak sehat.

2. Mitos: Pendidikan seks mendorong para pelajar menjadi aktif secara seksual.
Fakta: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengevaluasi 47 program di Amerika Serikat dan beberapa negara lain. Dalam 15 studi, pendidikan seks dan HIV/AIDS menambah aktivitas seksual dan tingkat kehamilan serta infeksi menular seksual. Namun, 17 studi lain menunjukkan, pendidikan seks dan HIV/AIDS menunda aktivitas seksual, mengurangi jumlah pasangan seksual, juga mengurangi tingkat kejadian infeksi menular seksual dan kehamilan yang tak direncanakan.

3. Mitos: Mengajarkan alat kontrasepsi akan mendorong para pelajar aktif secara seksual dan meningkatkan angka kehamilan pada remaja.
Fakta: Para ahli yang telah mempelajari isu ini menyimpulkan, pendidikan tentang seks dan HIV/AIDS yang komprehensif, termasuk program ketersediaan kondom, tidak menambah aktivitas seksual, tetapi justru efektif dalam mengurangi perilaku seksual berisiko tinggi di antara para remaja.

4. Mitos: Kerap terjadi kegagalan alat kontrasepsi sehingga kita lebih baik mengajari para remaja untuk bersikap menghindarinya.
Fakta: Kontrasepsi modern sangatlah efektif, asalkan memilih jenis yang benar-benar cocok dan digunakan secara benar. Rata-rata kehamilan pada perempuan yang menggunakan suatu jenis pil sekitar 0,03 persen, sementara yang memakai kondom untuk perempuan sekitar 21 persen, dan yang tanpa KB sekitar 85 persen. Bandingkanlah.

5. Mitos: Alat kontrasepsi tidak menangkal HIV dan infeksi menular seksual lainnya.
Fakta: Memang hanya kondom yang memberikan perlindungan yang signifikan terhadap penularan infeksi seksual, termasuk HIV. Itu sebabnya para remaja sebaiknya mendapat pendidikan yang benar mengenai kondom.

6. Mitos: Kondom memiliki angka rata-rata kegagalan yang tinggi.
Fakta: The National Institutes of Health (TNIH) menjelaskan, kondom sangat efektif untuk menangkal penularan HIV dan mencegah kehamilan. TNIH juga melaporkan, studi laboratorium memperlihatkan bahwa kondom mampu mencegah penyakit akibat infeksi menular seksual yang lain, seperti gonore, klamidia, dan trichomoniasis.

7. Mitos: Kondom tidak dapat melindungi kita dari HPV (Human papillomavirus).
Fakta: Kondom memang tidak dapat menangkal infeksi virus pada bagian tubuh yang tidak tertutup kondom. Namun, TNIH melaporkan, penggunaan kondom dapat mengurangi risiko penyakit yang terkait dengan HPV, misalnya kanker serviks. Penyakit jenis ini dapat dicegah dengan penggunaan kondom secara konsisten dan efektif, serta deteksi dini HPV melalui pemeriksaan pap smear.

8 Mitos: Kondom tidak efektif untuk mencegah penularan HIV.
Fakta: TNIH mengonfirmasikan bahwa kondom merupakan alat kesehatan masyarakat yang efektif untuk melawan infeksi HIV. Studi lain di Eropa terhadap yang disebut pasangan HIV-serodiscordant (pasangan di mana salah satunya sudah terinfeksi HIV dan yang satu sehat) menunjukkan tidak terjadi penularan pada pasangan yang sehat, di antara 124 pasangan yang menggunakan kondom setiap kali mereka berhubungan seks. Pada pasangan yang tidak secara konsisten menggunakan kondom, sekitar 12 persen terjadi penularan pada pasangan yang sebelumnya tidak terinfeksi.

8 Tipe Orang Perlu di Jahui

Wednesday, January 5, 2011 0 comments

Hubungan yang sehat penting bagi kesehatan dan kesejahteraan jiwa. Namun, kerapkali kita terjebak dalam hubungan dengan sosok yang memiliki karakter 'negatif'. Mereka umumnya sering mengeluh, mudah marah, atau tidak sabar.
Mengenali karakter seseorang di awal perkenalan menjadi penting. Tetapi juga mengenali karakter seseorang juga sedikit sukar dan membutuhkan waktu yang relatif lama. Apalagi jika ada prospek melanjutkannya dalam hubungan yang lebih serius. Kenali sejumlah karakter seseorang, seperti dikutip dari Times of India.

1. Memelihara masa lalu
Beberapa orang menolak melepaskan masa lalu dan cenderung 'merawat' kenangan menyakitkan. Akibatnya, orang ini hidup dengan kemarahan dan kepahitan. Bila terjadi terus menerus, dapat mempengaruhi orang yang berada di sekitarnya.

Solusi: Jika mereka mulai memunculkan subjek masa lalu, jangan ragu memberitahu dia bahwa Anda tidak ingin membicarakannya.

2. Mengasihani diri sendiri
Tidak ada yang lebih menjengkelkan daripada orang yang merasa menanggung beban seluruh dunia. Alih-alih mencari solusi, orang tipe ini terus mengasihani diri sendiri dan tidak melihat jalan keluar.

Solusi: Tawarkan bantuan dan jika masih tidak mau berubah, sebaiknya menjauh darinya.

3. Munafik
Tidak ada yang lebih menjengkelkan daripada berhubungan dengan orang yang memiliki sifat 'lain di mulut lain di hati'. Di depan Anda, dia muncul orang yang paling manis, namun bersikap sebaliknya di belakang Anda.

Solusi: Jika Anda menangkap ini terjadi berulangkali kepada orang lain, segera jauhi. Bukan tidak mungkin dia melakukan hal serupa kepada Anda.

4. Selalu negatif
Dia adalah jenis orang yang selalu memandang hal negatif dari hidup mereka.

Solusi: Bantulah melihat sisi positif dari dirinya. Jika tidak mau menerima, jangan biarkan hal negatif itu mempengaruhi Anda.

5. Paling sempurna
Orang seperti ini biasanya merasa lebih baik dan menarik daripada orang lain. Ia sangat menikmati aktivitas mengkritik dan menertawai orang lain.

Solusi: Bersikap sabar dengan perilakunya. Namun, jika mereka tidak berubah, sudah saatnya Anda untuk meninggalkannya.

6. Bangga mengumbar rahasia
Mereka sangat bangga menceritakan skandal dalam hidup dan senang melibatkan sebanyak mungkin orang dalam perdebatan.

Solusi: Bisa saja Anda dapat mendengarkannya. Namun bila mempengaruhi diri sendiri, segera menjauh.

7. Frustasi
Orang ini selalu merasa frustrasi dengan hidupnya dan melampiaskannya pada orang lain di sekitarnya. Bahkan, seringkali mereka mengambil kesimpulan yang irasional.

Solusi: Jika ia mulai merencanakan sesuatu yang gila katakan bahwa hal itu mengganggu Anda.

8. Sang Komentator
Orang seperti ini mengomentari semua yang terjadi dalam kehidupan orang lain. Seringkali, perkataan mereka menimbulkan perkelahian.

Solusi: Berhati-hatilah bila berada di sekitar orang tersebut dan berhati-hati dengan perkataan Anda.

SerU juGa NgerJaiN OrAng

Monday, January 3, 2011 0 comments
Heeeeyyyyyy kawan..

Su lama sonde tulis sa pu blog ni,
*koq jadi logat timur ini?????LOL.
btw, tau g pa artina tadi???. Tuh artinya sudah lama g nulis blogku. Gimana?? Mantap kan logatku?? Inilah kalau ngimpul bareng temen-temen dari Indonesia Timur. Aku sih ngumpul sama mereka g ada rasa malu, meskipun latar belakangku ga ada darah keturunan dari Idonesia Timur aku tetep pede aj sama mereka. Setelah aku perhatiin selama ini ternyata mereka juga seneng sama caraku bergaul ma mereka. Mungkin ini sudah jadi salah satu kelebihanku dalam bergaul. Sampe-sampe logatku bicara sudah mirip sama orang dari Indonesia Timur. Itu sih bukan aku yang ngomong, temen-temen dari Indonesia Timur. Kamu-kamu semua boleh percaya apa ga sama apa yang aku omongin tadi. Kalau masih ga percaya ya bolehlah test ngomong sama aku. Nah, maka dari itu temen-temenku lebih banyak dari Indonesia Timur. Ternyata cara mereka berteman juga lebih bagus dari orang-orang Jawa atau g dari orang Batak. Rasa solid mereka sama temen tuh sangat kuat, beda sama orang Jawa atau orang Batak.meskipun aku orang Jawa tapi aku tetep berani ngomong gini karena kenyataannya kaya gitu. Ohh ya.. hari ini kan hari ultahna salah satu temenku, namanya Putri. Aku ma temen-temen sih udah punya rencana buat ngerjain dia abis-abisan gitu. Tapi sih tuh Cuma sebatas rencana aja, mudah-mudahan aja rencana ini sukses.

Waahhhh,,ternyata udah pagi.
G terasa udah jam 10..kalo Fredy g bangunin aku jam segitu mungkin aku masih belum bangun itu. Dasar Fredy pengganggu waktu istirahat orang. Aku ngerasa aneh juga sih koq tumben Fredy maen ke rumah jam segitu. Aku mulai tanya deh sama dia,

“Tumben kerumah jam segini Fred??” tanyaku dengan nada baru bangun tidur.

“Iy Lan, mau minta tolong neh sama kamu. Ikut aku nganter barang ke Jagil donk”. Jawab Fredy sambil cengar-cengir g jelas.

“Iy dah, tapi aku mandi dulu y”, sahutku sambil nyoba bangun dari sarang tidurku.

Setelah beberapa waktu menghabiskan waktu bersama gayung, odol, sabun, shampo, sama air yang sedikit dingin ternyata ada sms dari sang cumi cungkring,
“Pagiii Allann!!!! :D , Disuruh mba sulis kesini buat nyewa film + beli peralatan buat nanti tuh.. kamu bisa kesini jam berapa??” *kurang lebih kaya gitu dah smsnya Ika tadi.

Tanpa banyak omong aku langsung pergi ke Jagil nganterin barang sama Fredy trus langsung pergi ke rumahnya Putri (Sasaran Ulang Tahun). Nyampe dirumahnya langsung disambut sama wajah kucunya Jacob. Tersentak hati langung gendong deh tuh anak. Sampai di dalam rumah, 4 pasang mata menatapku dengan tatapan aneh. Ga tau kenapa tuh mereka, mungkin mereka bingung sama aku koq pago-pagi udah gendongin si Jacob.
Beberapa selang waktu kami menghabiskan suasana yag harmonis. Setelah itu kami mulai membahas tentang rencana kita buat ngerjain si Putri sama Puput. Kebetulan ultah merekapun sama. Kami saling mengadu argumentasi buat bikin rencana yang seheboh-hebohnya. Akhirnya terbentuklah rencana yang lumayan simple.
Jadi kita nyiapin ½ kg tepung terigu, ¼ kg telur ayam sama beberapa liter air. Rencananya :

“ Aku sama Ika pergi sewa kaset buat di tonton. Trus Puput di fitnah ngambil uangnya mba ayu yang di dompet. Jadi setelah beberpa menit nonton film, aku sama Fredy pura-pura pamit pulang karena udah terlalu sore. Otomatis orang-orang yang di dalam rumah tadi pada keluar buat nganterin aku sampai di pintu gerbang rumahnya. Nah disitulah aki kita dilancarkan. ½ kg tepung terigi berhamburan di atas kulit kepala Putri sama Puput dan ¼ kg telur ayam juga tak ketinggalan dalam aksi hari ini”.

KosQw secarA pErLahAn Bisa MemBunuhKuw

Monday, December 13, 2010 0 comments

G tau knpa hari neh aq bangun pagi bener.. G biasanya kaya gini. Mungkin gara-gara kedenger alunan music yang tak biasa aq denger. Kalo dikos tuh aq biasa bangun jam 9 ke atas. Paling kalo ada jam kuliah pagi baru deh aq pasang alarm. Aq baru tinggal di kos ini masih baru dapet sekitar 3 mingguan, masih bisa dikatakan baru seumur jagung. Aq masih belum bisa kenal ma orang-orang yang disini. Kebiasaan mreka satu-satu pun masih belum tau.

Tadi aq bangun sekitar jam 4.30an gtu deh, bukan adzan subuh yang bangunin. Tapi alunan music dangdut yang di puter pake volume paling tinggi. Aq juga g tau sarap ato g tuh orang yang masang lagu tuh segitu kencengna. Musikna music dangdut lagi. Tuch music aliran yang paling anti aq denger. Ga tau bisa tahan mpe brapa lama klo trus2san kya bgini.

Aq udh g bisa bayangin lagi klo seandainya tiap hari aq dengerin lagu yang kaya gtu. Mungkin gendang telingaqw bisa pecah dan system kerja otak belakangqw bisa rusak secara perlahan. Kalo udah gtu spa yang mau tanggung jawab????, pasti g da to..ini sama aj bisa membunuhqw secara perlahan. Mungkin tuh orang-orang yang kaya gtu g da yang punya perasaan kli y???tapi g mungkin klo mereka g da perasaan, setiap orang pasti punya perasaan. Tapi pada lari kemana tuh perasaan mereka?? Ada yang tahu????.

Karena hari neh g da kuliah, aq mutusin pergi Perpus kampus aj sekalian mau onlen gtu. Sampai d perpus kampus ternyata pegawai perpusna muterin lagu dangdut juga. Serasa kaya kiamat dahh. Aq pikir sih cma kebetulan aj, ga da unsur kesengajaan. Cz udh g tahan lagi ma lagu-lagu dangdut Banyuwangi yang diputeri, aq langsung balik k tempat penitipan tas buat ambil headset. Kencengin volume mp3, nyaman dah nulis-nuis pa yng mau aq tukis tanpa ada gangguan dari aliran music yang sangat bertentangan.

"Bagai air dan minyak dah (sedikit alay)".

Setelah g da inspirasi lagi buat nulis aq mutusin buat langsung pulang aj k rumah. Lagian neh hari kan waktunya weekend. Kebetulan waktu tuh udh sekitar jam 2.30. aq kali neh nae bus Tentrem, bus tuh salah satu saingan dari bus Restu. Klo masalah kenceng jangan di pertanyaain deh. Kebetulan dalem bus tuh ada fasilitas tambahan, TV plus DVD. G tahu mimpi apa semalem, mereka juga pasang video-video dangdut. Lengkap sudah penderitaanku. G Cuma kos baruqw aj yang bisa bunuh aq secara perlahan, ternyata bus yang tumpangin juga punya kemampuan yang sama.

Aq coba nahan rasa kesel sambil tidur. Ga terasa udah sampai di terminal. Ternyata Tuhan menjawab semua doaku. Perjalanan Malang-Surabaya Cuma kuran lebih 45 menit. Sampai di pandaan aq nongkrong sebentar di tempat biasa sambil nunggu angkot yang lewat. Udah kelar nongkrong lgsung dapet angkot, ternyata dalam angkot ada temen waktu TK-SD-SMP. Tapi aq sih kurang yakin dia orangna. Aq sengaja g nyapa dia, takutna salah orang. Kalo mpe salah orang mau di taroh mana neh muka.

Akhirna yang pertama nyapa dia duluan, oia, aq tadi masih blum nyebutin namanya y?? namanya tuh Erick, dia cew.

“Allan???”, sapa dia.

“Iya, qm Erick y??”, iya, jawab Erick sambil tebar pesona gtu deh.

“Aq tadi mau nyapa tapi takut salah orang”, ujarqw sambil malu-malu.

“Aq tadi juga gtu, tapi setelah liat tahi lalatmu aq jadi yakin klo tu qm”, Ujarnya.

Aku sedikit tersipu malu. Tapi q brusaha buat nutup-nutupin biar g salting gtu depan dia. Ternyata dibalik semua penderitaan yang aq alami satu hari ada hikmah yang mendalam. Aq jadi bisa ketemu ma teman-temen lama.

It's About The Money

Thursday, December 2, 2010 0 comments

Money can buy a house, but not a home.

Money can buy a bed, but not sleep.

Money can buy a clock, but not time.

Money can buy a book, but not knowledge.

Money can buy food, but not an appetite.

Money can buy position, but not respect.

Money can buy blood, but not life.

Money can but medicine, but not health.

Money can buy sex, but not love.

Money can buy insurance, but not safety.

Tantangan Itu Berarti

0 comments

Tantangan akan menggairahkan kita, member kita arah dan membangkitkan yang terbaik dalam diri kita. Tantangan akan mendorong kita untuk mempelajari ketrampilan baru, meraup pengetahuan baru. Tantangan memotivasi kita untuk memberi hasil terbaik dari diri kita.

Pernahkah kita perhatikan, saat kita memiliki sedemikian banyak tugas yang harus dikerjakan, kita malah lebih banyak yang selesai dikerjakan. Dan saat sedikit hal yang perlu dikerjakan, ternyata lebih sedikit lagi yang selesai dikerjakan. Usaha kita meningkat sesuai dengan pekerjaan yang harus dikerjakan. Tantangan mendorong hasil.

Tantangan tidak muncul untuk menarik kita ke bawah. Tantangan ada untuk mendorong kita ke atas, menghasilkan yang terbaik, mencapai target. Memang tantangan itu sulit dan sangat tidak menyenangkan. Tetapi hal itulah yang memberikan arti dan nilai. Kesuksesan terbesar hadir lewat kebiasaan berurusan dengan serangkaian tantangan. Bukan dengan menghindari tantangan. Tolong diri kita sendiri. Temukan tantangan sejati, dan kita akan menemukan hidup sejati.

Dunia Memberi Apa yang Kita Fokuskan

Wednesday, December 1, 2010 0 comments
Bila kita memandang diri kita kecil, dunia akan tampak sempit, dan tindakan kita pun jadi kerdil. Namun, bila kita memandang diri kita besar, dunia terlihat luas, kita pun melakukan hal-hal penting dan berharga.

Tindakan kita adalah cermin bagaimana kita melihat dunia. Sementara, duni kita tak lebih luas dari pikiran kita tentang diri kita sendiri. Itulah mengapa kita diajarkan untuk berprasangka positif pada diri sendiri, agar kita bisa melihat dunia lebih indah, dan bertindak selaras dengan kebaikan-kebaikan yang ada dalam pikiran kita.

Padahal, dunia tidak butuh penilaian apa-apa dari kita. Ia menggemakan apa yang kita dengar. Bila kita takut menghadapi dunia,sesungguhnya kita takut menghadapi diri kita sendiri. Maka bukan soal apakah kita berprasangka positif atau negative terhadap diri sendiri. Melampaui di atas itu, kita perlu jujur melihat diri sendiri apa adanya. Dan dunia pun menampakkan realitasnya yang selama ini tersembunyi di balik penilaian-penilaian kita.